Sabtu, 06 April 2013

Butterfly




It About you a Butter fly
Every time I come close to you (Every time I’m feeling you)
Feel like I’m gonna Dream every time (I get butterfly)

            Aku pandangi panorama pagi itu. Dari jendela kamarku yang terbuka. Di kehidupanku, tidak ada yang menarik satupun. Aku terjebak dalam suatu masalalu. Aku terlanjur jatuh dalam sebuah kesedihan yang seharusnya tidak aku tangisi. Aku bosan. Sampai, seekor kupu-kupu merubah hidupku dalam sekejap. Butterfly…
            “Di-dimana ini? Seperti di film animasi saja. Bunga yang indah, jamur merah, rerumputan hijau dan..”ucapku. “dan peri? Ini tidak masuk akal. Seperti mimpi.”
            “Ini masuk akal ko. Ini juga bukan mimpi.”ucap seorang anak laki laki dari sampingku. Laki-laki itu kelihatannya seumur denganku. “Young Hana”
            “Kamu siapa?”
            “Aku adalah kupu-kupu yang membawamu ke dunia ini. Namaku Butterfly.”ucapnya memperkenalkan diri. Laki-laki itu benar bernama Buterfly. Dia tinggi, memakai topi seperti pesulap, mempunyai sayap dan yang pastinya tampan. Apalagi saat dia tersenyum, itu cukup membuatku berdebar.
            “Kenapa kamu membawamu kesini?”
            “Entahlah. Iseng mungkin? Hehehe… lagian setiap pagi kau selalu berkata kalau kau bosan dengan hidupmu disana. Jadi aku bawa saja kau ke sini.”
            “Tapi..”
            “Ayo ikut aku. Akan aku tunjukan sesuatu hal menarik disini. PRIWITTT..!!”dan saat dia bersiul, tiba-tiba saja dating seekor burung garuda berukuran besar. Kami menaikinya, dan melihat pemandangan yang indah dari sana. “ayo kita turun garuda!”
            “Ayo kita pulang, Hana.”ucap butterfly menggenggang tanganku. Sebenarnya aku ingin selamanya disini, tapi.. “Kau bisa datang lagi kesini Hana. Sebut saja namaku, aku akan menjemputmu.” Dan seperti main sulap saja, sekejap aku telah berada di kamarku lagi. Dan kupu-kupu di hadapanku terbang keluar jendela. Terbang mengikuti angin berhembus.
            “Seperti mimpi saja..”desisku. “mimpi yang sangat indah”
It About you a Butter fly
Every time I come close to you (Every time I’m feeling you)
Feel like I’m gonna Dream every time (I get butterfly)
                “Butterfly.. Butterfly…”
                “Selamat datang Young Hana.” Ya, ini adalah kesekian kalinya aku ke tempat fantastic ini. Setiap kalinya, aku bermain bersama butterfly.  Aku sangat senang. Senang sekali. Rasanya ingin tetap disini saja. Tapi, aku tidak bisa.
                Aku dan Butterfly sudah sangat dekat. Diam-diam aku menyukai makhluk itu. Ya.. meskipun terkadang menyebalkan.  Tapi aku menyukainya, sangat menyukainya. Andai saja dia sama pertiku. Seorang manusia, bukan peri, bukan seorang jelmaan kupu-kupu.
                “Saat matahari tenggelam, aku akan menghilang. Hana.”ucapnya tiba-tiba. Tangannya meraih rambutku yang terurai dan mengkepangnya dengan pita merah. “Cantik..”
                “Apa maksud mu? Aku tidak mengerti. Apa maksudmu aku tidak bisa bertemu denganmu lagi?”
                “Yah seperti itulah. Aku akan menghilang, bersama tempat ini pula.  Semuanya berakhir.”
                “Tidak boleh. Ini tidak boleh berakhir! TIDAK BOLEH! Aku..”teriakku dan meneteskan air mata.
                “Tidak apa Hana. Sudah saatnya kau menikmati hidupmu. Hidupmu itu tidak semembosakan seperti yang kau kira. Dan meskipun aku menghilang, tapi aku akan selalu ada di hatimu. you're special to me.” Ucapnya seraya mencium bibirku. Sekejap, tubuh laki-laki itu berubah menjadi ribuan kupu-kupu. Terbang, dan menghilang. Begitupun dengan ku. Butterfly…
#musimko haneureul bwa Like
ne utneun moseubeul darma
yunanhi nunbusingeol Baby
nae harusok neorangman
romaentik han drama
nal ulgo utge hajyo no no no

jamdeulji motaneunde
ne ireumeul bulleoboneunde
nan sujubeundeut gogaereul dolligo
ireoke johahaneunde
jomcheoreom georeummal ttelsuga eobseo

                “Butterfly!”desisku saat terbangun dari mimpi yang sangat panjang. “Ternyata mimpi..”.  Aku turun dari  kasur dan berjalan ke arah jendela. Di sana aku melihat kupu kupu cantik terbang melayang diantara jendela yang terbuka. “Rasanya, ini pernah terjadi dalam mimpiku..”ucapku sebari tersenyum. “Loh.. pita merah ini..”
                “Young Hana.. cepat bangun. Hari ini ada jam kuliahkan?”
                “Ya.. aku sudah bangun kok.”
                Aku berlari dengan kencang ke kamar mandi dan segera bersiap. Tidak seperti biasanya, kali ini ada suatu sihir yang membuatku bersemangat mengawali pagi ini. Langkah gontai aku tinggalkan.  Keputus asaan, tangisan, masalalu yang pahit sekejap telah aku lupakan. Itu ajaib. Entah sihir apa itu.
                Setelah jam kuliah berakhir, terus kupandangi pita merah yang selalu ku ikat sejak beberapa minggu yang lalu. Ini terlihat aneh, saat memandangi pita itu terasa ada yang terlupakan dalam hatiku. Tapi entah apa  itu. Tiba-tiba saja seekor kupu-kupu yang pernah kulihat sebelumnya menghampiriku. Hinggap di pita merah itu. Sungguh  indah. Seperti..
                “wah.. tampannya.” “tampan sekali. Siapa dia ya?” ”siapa ya?” “Mahasiswa baru ya?”
                “Young Hana! Young Hana!” 
                “Eh, apa Min ah?”ucapku kepada Min ah. Tapi bukannya menjawab, dia malah tunjuk tunjuk membuatku tidak mengerti. 
                “Hai..”
                “Butterfly..”
                “Hai Hana. Apakabar?” ucapnya dan membantuku bangkit dari kursi. “sudah kuduga, pita merah itu cocok untukmu.”
                “Kau, benar-benar ya. Apa yang kau maksud menghilang itu seperti ini? Menghilang, dan datang secara tiba-tiba.”ucapku memaki  kepada laki-laki kupu-kupu itu. Butiran bening yang hangatpun akhirnya menetes juga.  “ku kira itu semua hanya mimpi. Dan kau tidak pernah ada. Aku hampir melupakanmu. Hampir saja..” tapi Butterfly tidak sama sekali mengatakan satu katapun. “Apa sihirmu yang sudah membuatku hampir melupakan tentangmu? Apa sihirmu yang sudah membuatku bersemangat hidup lagi?”
                “Tanpaku kau baik baik sajakan.  Kau harus belajar  berjalan sendiri Hana.”ucapnya masih memelukku, dan aku masih asik menangis dipelukannya. “Aku hampir mati karena cintamu Hana. Aku hampir mati karena mencintaimu.”
                “Kau memang pantas mati Butterfly. Kau manusia kupu-kupu yang kejam. Apa kau tau betapa tersiksanya aku saat memikirkan sesuatu yang hilang dalam hatiku? Bodoh!”
                “Tapi, aku berhasil hidup lagi karena kau Hana. Berkat kau aku mendapatkan kehidupanku lagi. Terimakasih.”ucapnya lembut. Meski tidak jelas, tersayat sebuah senyuman di bibirnya. Itu membuatnya sangat tampan. “Lagian aku bukan lagi manusia kupu-kupu. Jadi, jangan lagi panggil lagi aku Butterfly. Panggil aku Yong Min. Kim Yong Min.”
                “Yong Min. Kim Yong Min.”
#mwo ireoke bokjaphae
neon namjareul motmitneunde
sarangdo yeongwonhal su inneunde
milgo danggineungeon waehaneunde
jom deo soljik hage gul sun eomneunde
nae nuneul bwa
You See my eyes
You See my lips
Listen to my heart
deullindamyeon nae mare daphaejwo
nae bore kiss my heart
natural heart
Ye that be all I say
neowa nae seolleimman gadeuk hadamyeoneun
urin never ever my breaker
trust me I make love to you

Every time I come close to you (Every time I’m feeling you)
Fell like I gonna Dream every time (I get butterfly)

Ye yo special to me

your turn

la la la la la la la
Ye Butterfly

0 komentar:

Posting Komentar